Tukang Pijat Favorit

Pegel-pegel, mau ‘dapet’, gak enak badan. Dulu waktu masih tinggal di rumah ortu, saya punya tukang pijat langganan yang bisa dipanggil ke rumah. Namanya Bu Liwon, rumahnya masih satu komplek dengan rumah kami, udah seumuran mama tapi tenaganya masih gress banget. 

Gak jarang kami panggil Bu Liwon buat mijit papa, mama dan saya secara bergantian. Belum lagi panggilan di rumah lain. Kebayang kan stok energinya kayak gimana..? 😁

Pindah ke Samarinda, semuanya baru, gak ada kenalan, keperluan ini-itu harus cari sendiri. Nah, tempat pijat di sini yang terkenal cuma satu, mahal pula. Karena udah tau macam-macam tempat pijat, saya agak worry karena nggak semua tempat pijat yang mahal punya service memuaskan. 

Saya termasuk orang yang percaya bahwa pijat bisa bikin badan fresh lagi. Karena ketika badan lagi pegal-pegal atau nggak fit, otot kaku, pijat bisa bikin peredaran darah lancar lagi. Suami sih tadinya nggak terlalu suka dipijat karena biasanya kalo dia  nggak enak badan suka sembuh sendiri.

Tapi waktu pertama kali dia ngerasain pijatan saya, dia berubah pikiran. Sekarang malah setiap capek atau pegel dikit minta dipijat. Sebelum bisa mijit badan, saya belajar totok wajah. Caranya ya dateng ke salon untuk totok wajah dan meningat-ingat titik-titik yang ditekan sama therapist. Setelah tau, saya coba sendiri dan mengeksplor titik-titik lain yang menurut saya enak dan bikin rileks. Dulu saya sering banget migrain dan pusing, bahkan pegel di tempat yang gak wajar, misalnya alis, pipi atau di dekat kuping. Jadi ya saya pijit-pijit sendiri aja. Kalau nggak begitu, saya bisa terus-terusan insomnia gegara pusing yang nggak ilang-ilang. 

 

The Body Shop Divine Calm Relaxing Massage Oil

 
Bukan karena pernah kerja di TBS saya jadi hobi pake produknya. Tapi beberapa produk memang cocok buat saya. Salah satunya The Body Shop Divine Calm Relaxing Massage Oil. Meski bisa dipake untuk seluruh badan, saya pake produk tersebut untuk pijat bagian tulang mata, dekat kuping dan leher aja. The Body Shop Divine Calm Relaxing Massage Oil* mengandung organic jojoba oil & sesame oil yang melembabkan dan melembutkan kulit. Hasilnya bikin saya tidur lebih rileks dan segar waktu bangun pagi.

*buat ibu hamil dan penderita penyakit tertentu baiknya konsultasi dulu ke dokter ya. 

Sedangkan untuk bagian badan saya pake The Body Shop Mango Beautifying Oil yang pake wangi buah mangga. Minyak ini wanginya segar dan bikin kulit kinclong. Malah bisa diusap ke kulit dan rambut untuk dapet sensasi yang lebih berkilau. Suami saya seneng banget dipijat pake Mango Beautifying Oil ini. Mungkin supaya tambah kece juga yahhh haha.

The Body Shop Mango Beautifying Oil

Saya suka nggak tega ngeliat dia lemes dan lunglai, karena dia harus selalu punya energi setiap harinya supaya bisa bekerja. Meski membutuhkan usaha yang lebih kuat karena bentuk tubuh dan otot laki-laki kan beda dan lebih tebal. Kalo tangan udah mulai pegel mijitin dia, saya pake teknik shiatsu abal-abal hehe. Yang penting jangan memijat/menekan di bagian tulang belakang, masih terbilang aman. 

Seneng kalo liat dia bisa tidur pulas setelah dipijat. Terlebih lagi suami nggak perlu ke tempat pijat. Selain irit juga nggak perlu disentuh sama mbak-mbak therapist nya hehehe..🙈

Advertisements

Gerakan Yoga Untuk Kesehatan Tulang Belakang

Untuk menjadi pribadi yang aktif, kita tentu harus menjaga kesehatan agar tetap produktif. Namun, seringkali kita salah paham, bahwa dengan bekerja dalam jangka waktu lama di kantor, kita sudah dapat dikategorikan sebagai orang yang produktif. Terlebih apabila terlalu lama duduk di kursi kantor dan berhadapan dengan layar monitor. Bukan hanya mata kita yang perlu dijaga, tapi juga kesehatan tulang belakang.

Susunan dan Fungsi Tulang Belakang

Tulang belakang memiliki fungsi untuk menopang tubuh agar tetap tegak. Dalam susunannya, tulang belakang berbentuk memanjang dari bagian leher hingga tulang panggul. Segmen-segmen tersebut terdiri dari 7 buah cervical, 12 thoracic, 5 lumbar dan sisanya yakni 5 buah sacrum serta 4 buah coccyx. Khusus sacrum dan coccyx, pada waktu bayi segmen tulang ini terpisah, namun kemudian menyatu sehingga masing dihitung singular. Karena itu, bayi mempunyai lebih banyak jumlah segmen ulang belakangnya (33 buah) sedangkan orang dewasa memiliki 26 segmen. Di antara setiap ruasnya (atau seringkali disebut segmen) terdapat bantalan atau sendi untuk menjaga kelenturan pergerakan tulang belakang. Apabila terlalu lama duduk di kantor, dapat menyebabkan segmen dan bantalan tersebut menjadi kaku.

Gerakan-gerakan Yoga untuk Kesehatan Spinal

Untuk menjaga kesehatan tulang belakang, kita dapat mempraktikkan latihan yoga di rumah. Berikut lima gerakan yoga untuk kesehatan tulang Anda :

  1. Bridge Pose (Setu Bandha Sarvangasana). Gerakan ini dimulai dengan merebahkan diri di atas matras, kemudian berdirikan lutut dengan telapak kaki lurus pada matras. Kemudian perlahan-lahan angkat bokong dengan posisi tangan menyatu lurus sejajar dengan telapak kaki pada matras. Tetap bernafas teratur dan tahan selama 30 detik hingga satu menit dengan posisi leher yang rileks. Gerakan ini tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki cedera leher/punggung, juga bagi ibu hamil di usia lebih dari 6 bulan. Ini gerakan favorit saya, karena setelah melakukan gerakan ini, rasanya seperti habis berenang setengah jam. Fresh baget rasanya tulang belakang.Image
  2. Cat Pose (Marjaryasana). Gerakan ini dimulai dengan posisi seperti meja, bertumpu pada lutut dan telapak tangan. Siku dan bahu sejajar ke lantai, sementara posisi kepala berada di tengah dan mata melihat ke arah lantai. Perlahan tarik punggung ke atas sambil tetap bernafas teratur, lutut dan bahu jangan sampai berubah posisi. Biarkan kepala rileks ke lantai, tapi jangan paksa untuk menempelkan dagu ke dada.Image
  3. Child’s Pose (Balasana). Mulai dengan posisi seperti sujud, namun dengan kaki ditekuk sempurna dengan lutut menempel dada. Posisi kepala (dahi) tetap di lantai. Kemudian rentangkan tangan lurus ke depan kepala. Atur nafas dan tahan posisi satu sampai tiga menit.Image
  4. Dolphin Pose. Gerakan ini menirukan segitiga sama sisi dengan bertumpu pada ujung kaki dan siku. Ujung jari kaki agak sedikit jinjit untuk menjaga keseimbangan, sementara tumpuan depan ada pada siku namun ujung jari tangan keduanya sejajar ke depan. Tahan kepala untuk sejajar dengan posisi siku dengan tetap mengatur nafas selama satu sampai tiga menit.Image
  5. Standing Forward Fold (Uttanasana). Gerakan Ultanasana dapat diartikan sebagai gerakan mencium lutut pada posisi berdiri. Posisi ini dapat dimodifikasi apabila kita tidak dapat meraih lutut dengan kepala. Jangan pula memaksakan, karena gerakan ini bisa diperbaharui dengan sedikit menekuk lutut dengan tangan tetap di kaki atau lutut tetap lurus dengan tangan bertumpu pada benda tertentu sejajar lurus dengan kepala menghadap lantai.
  6. Half Standing Forward Fold (Ardha Ultanasana). Gerakan Ardha Ultasana ini dimulai dengan berdiri pada matras, kemudian mulai dengan perlahan agar tangan dapat meraih kaki atau area lantai di depan kaki. Usahakan kepala tetap tegak. Posisi yang telah dimodifikasi identik dengan gerakan rukuk pada sholat.Image

Semua gerakan tersebut diusahakan dilakukan setelah melakukan peregangan otot terlebih dahulu, karena bagi sebagian orang terutama mereka yang jarang berolah raga dan melakukan peregangan, akan sulit dilakukan. Kuncinya, jangan memaksakan apabila Anda tidak dapat meraih posisi sempurna. Setiap gerakan tersebut dilakukan tahap demi tahap hingga diperoleh posisi yang sama persis.

sumber

 

Me and Maladaptive Daydreaming

Beberapa waktu ke belakang, saya berpikir keras. Berpikir keras kenapa saya selalu berpikir terlalu keras. Saking kerasnya, saya seringkali menambahkan cerita-cerita yang tak ada dalam hidup saya. Sebagian waktu saya habiskan untuk mengarang cerita-cerita yang mirip dengan cerita film, sinetron, dan sejenisnya. Di kehidupan sebenarnya, saya tak punya banyak teman. Saya tak punya teman-teman dekat, sehingga tak betul-betul ada teman yang memahami diri saya secara utuh. Apabila saya punya orang yang paling dekat yang bukan keluarga, biasanya saya merepotkan mereka dengan pemikiran rumit saya. Seringkali saya merisaukan hal-hal yang belum terjadi. Dan itu lebih sering merusak harapan yang seharusnya saya pakai untuk meraih hal yang saya inginkan terjadi.

Dalam bekerja, saya sulit sekali untuk berkonsentrasi. Terlebih ketika saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan meliput dan menulis, otot dan otak saya bekerja lebih sedikit dibanding sebelumnya. Sehingga otak saya lebih sering dipakai untuk menciptakan fantasi-fantasi yang berlebihan. Well, sebetulnya bukan fantasi dengan menciptakan tokoh-tokoh baru, tetapi lebih kepada memposisikan diri saya pada kondisi tertentu yang tidak menguntungkan. Hal ini yang membuat saya pesimis. Meski di sisi lain saya pun terkadang menciptakan cerita yang menyenangkan yang berbeda dari yang saya alami. Tapi intinya tetap saja, saya jadi merasa tidak benar-benar hidup.

Bertahun-tahun saya merasa ada kelainan, entah apa, berlebihan atau tidak saya merisaukan hal ini. Yang jelas, saya seringkali merasakan sakit kepala bila saya mulai berpikir terlalu keras, kemudian mengungkapkan kerisauan saya kepada seseorang, tapi kenyataannya apa yang saya alami berbeda, dan saya kemudian mulai menangis, sambil berpikir terlalu keras. Sampai pada satu titik saya merasa capek, kemudian ketiduran. Apabila pemikiran tanpa solusi ini terus mengganggu dan membuat saya tak bisa tidur, saya selalu membutuhkan pelarian. Entah dengan menonton tv, menulis jurnal harian, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Jadilah ketika itu, playlist di ponsel saya diisi dengan lagu-lagu meditasi. Sampai saya menemukan satu lagu yang tak pernah saya bosan untuk memutarnya. Lagu itu menemani saya sedari berangkat kerja, dengan waktu tempuh perjalanan hingga dua jam, hanya lagu itu yang menemani. Begitu pula dengan waktu pulang kantor, dan ketika saya hendak tidur. Sayangnya beberapa bulan lalu ponsel saya hilang, dan akhir-akhir ini saya mengingat-ingat dan mencari-cari lagi lagu yang sama. It really helps me a lot.

Selama itu pula saya mencari-cari sebabnya, juga mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada saya. Sampai pada suatu waktu saya tak sengaja menemukan bahwa hal seperti ini memang merupakan kelainan. Bukan gila. But yes it’s beyond the normal thing. And it’s called Maladaptive Daydreaming. Yakni kondisi di mana seseorang bisa menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermimpi, melamun, dengan menciptakan cerita-cerita yang mirip dengan cerita fiktif di film dan apa pun media yang ia tonton. Meski begitu, maladaptive daydreamer mengetahui mana yang fakta dan mana yang merupakan isi lamunan. Hal ini beda dengan orang penderita schizophrenia yang seringkali sulit membedakan mana yang realita dan mana yang mimpi/halusinasi.

Saya tidak mengalami halusinasi atau delusinasi, tetapi efek samping yang saya alami, beberapa di antaranya mirip dengan efek yang dialami penderita schizophrenia, mesti tidak separah yang mungkin mereka alami. Beberapa efek yang mungkin terjadi pada mereka, dikutip dari www.medicalnewstoday.com adalah kehilangan motivasi, kurangnya ekspresi bahagia atau sedih, menarik diri secara sosial, dan hambatan kognitif lainnya seperti sulit berkonsentrasi, sering lupa dan sulit mengingat berbagai hal.

Image       Sigmund Freud, Bapak Psikoanalisis dunia menyatakan bahwa melamun merupakan cara seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan fantasi-fantasi tersebut bisa jadi merupakan perpaduan antara harapan dirinya dengan penyelesaian yang normal secara sosial. Melamun sebenarnya merupakan proses kreatif, tetapi jika terjadi terlalu jauh, apa yang akan terjadi? Terlalu kreatif menjadikan orang berpikir di luar hal normal sih, betul. Terlalu banyak melamun membuat orang jadi ingin loncat ke tahap yang ia harapkan, padahal faktanya belum. Daydreaming may goes too far. Dan itu bahaya, menurut saya.

       Excessive daydreaming may begin as an outlet for creativity or as a method of escaping trauma or abuse. The daydreamers experience very vivid and intricate fantasies and may become emotionally attached to the characters in their fantasies or express emotions they are feeling through vocal utterances or changing facial expressions, although most keep such behavior hidden from others.

       Walaupun tidak lebih mengerikan dari schizophrenia, maladaptive daydreaming perlu dicari jalan keluarnya. Dari yang saya baca, ini terjadi tidak secara instant. Bisa jadi, dikarenakan trauma, ketakutan, atau hal-hal buruk yang terjadi pada masa kecil. Entah itu trauma fisik, emosional, atau tidak terpenuhinya kebutuhan emosional. Saya yakin bukan hanya saya saja yang memenuhi kebutuhan emosional, ketidak puasan, dengan cara melamun. Secara sosial, saya juga tidak bisa berbaur dengan baik dengan orang-orang. Saya lebih suka diam. Tapi di tempat lain, terutama orang yang baru saya temui, saya ingin dikenal sebagai orang yang berbeda, bukan orang yang pendiam lagi. Ini juga yang membuat saya kemudian sejak beberapa tahun lalu, mencari-cari media dan teman lain, yang betul-betul strangers. Symptomps yang terjadi bisa diliat di sini

Saya sendiri, memang belum bisa sepenuhnya mengontrol pemikiran ini. Sulit. Betul-betul sulit. Terlebih karena saya tidak punya dan tidak pernah berani untuk menceritakan segala sesuatu dengan gamblang. Teman-teman yang kenal sejak lama, saya punya, tapi tidak ada yang tahu sebenar-benarnya saya seperti apa. Hmm.. sebetulnya tidak sebegitu perlunya sih. Selama saya masih bisa meluangkan waktu untuk mengalihkan pikiran-pikiran itu. Saya yakin, satu-satunya jalan untuk mengurangi kegiatan melamun adalah mempekerjakan otot saya dan mengalihkan pemikiran saya ke lain hal. Image

Bukan tanpa sebab kalau di tahun ini resolusi saya ngetrip..ngetrip..ngetrip.. saya sebutkan tiga kali. Tidak lain karena saya paham bahwa diri saya punya kelemahan dalam hal mengontrol pikiran. Saya membutuhkan sesuatu, kegiatan atau apapun yang membuat diri dan pikiran saya rileks. Tidak peduli kalau kegiatan itu bisa membuat saya benar-benar lupa pada realita yang ada di hidup saya. Keluarga, teman, pekerjaan, pacar, apapun, saya bisa lupa semua permasalahan yang berhubungan dengan mereka. Lari, ya memang, saya tak peduli.

Ada beberapa possible treatments bagi para maladaptive daydreamer. Selain dituntut untuk menghindari hal-hal yang membuat saya menjadi melamun, saya juga sebaiknya membiasakan diri untuk tetap aktif. Ya, tetap aktif. Karena itu saya sejak tahun lalu membiasakan diri untuk berolah raga, berenang setiap minggu. Diusahakan seminggu sekali. Tapi jika tak memungkinkan ya bisa mengambil kegiatan lain supaya tetap aktif. Sebaiknya memang tidak membiarkan diri bermalas-malasan di tempat tidur, karena itu bisa memicu saya untuk kembali melamun. Walau sebenarnya, melamun bisa di mana saja. Setiap hari di jalan pulang kerja, saya juga selalu melamun. Makanya, sebisa mungkin saya memutar radio dan mendengarkannya sepanjang perjalanan pulang. Tapi perlu diingat, volume radio jangan sampai membuat telinga tidak bisa mendengar suara di luar., itu lebih berbahaya.

Sekarang ini, saya tak punya banyak keinginan selain membuat diri saya untuk bisa se-rileks mungkin, menikmati waktu yang saya punya, pergi ke manapun saya mau yang memungkinkan. Sesederhana itu. Masa depan, keluarga, pekerjaan, dan bla bla bla, dan bla bla bla.. biarlah berjalan semestinya. Karena tiga hal itu bisa jadi adalah trigger bagi saya untuk kembali melakukan exessive daydreaming. Artinya saya menceburkan diri kembali pada lingkaran yang tak berujung. Saya hanya perlu menyadari bahwa tak ada keluarga yang sempurna, tak ada hubungan personal yang sempurna, pun pekerjaan yang sempurna. Saya bukan dan tak akan pernah menjadi orang yang ambisius. Apa pun yang terjadi dan akan terjadi, ya sudahlah, terjadilah.. atau tidak terjadilah..

Bagi saya. Saya hanya perlu melanjutkan hidup. Dan hanya itu yang saya minta pada Tuhan : menjalani langkah demi langkah se-ringan mungkin.

Rushy? Do This Five Minutes Make-up

Have you ever see a woman attend the meeting with paly face? Think about what the client will tell about her? “Did I just had meeting with zombie?” they might think.

Wether a slight or full make-up, it will helps women to look better than without make-up. Trust me, job field require us to act, spoke, and look good. Especially for a role such as secretary, or even the leader of a company; a manager, director or CEO. However we wanted people to accept us as we are. Five minutes make-up can be the best solution.

“I have a smart thought and great leadership, but I don’t like to put any make-up thing on me,” well that is kind of a bad idea, I should say. However you want to be look honest, pure, still, you won’t be seemed as a ghost in the office.

I agree and understand that these times, women, many times has a role to do more than men did. Not only arrange and maintain things at home, they also work and have an important position at the company they joined.

In the morning they need to cook for the kids, prepare things for husband, while preparing all for themselves to go to work. It is a hard job to do. But never let yourself come to office with raggy hair and pale face.

Okay! In this article, I promise you this tips would help you get rid of that mess. Five minutes make-up can be done with these steps:

1. Cleaned up your face with milk cleanser and face tonic if you want a total clean skin, but it’s okay with one step cleaner. It’s only need one minute or less.

2. Apllied Blemish Balm Cream (BB Cream) or Tinted Moisturizer to your skin. It moisten your skin, and wait for seconds before a compact powder using. BB Cream also functioned as foundation for a slight daily make-up. It will spend 30 seconds only.

Image

BB cream helps to covered the dark spots

3. Applied compact powder or loose powder or mineral foundation, depend on what you prefer. Use puff or special brush with best quality for best application equally. 20 seconds is enough for it.

4. Use compact blush on and put on your cheek slightly. This is important to create a fresh look to your face. Applied to your cheekbone head to the ear. No need much to put it on, and no need much time, 20 seconds is enough.

Image5. Use the eyeshadow brush to applied natural color shadow to your eyelid, better applied two tone of color with earth and pastel color mixed. Also use blending brush to apply it equally. How much time for it? 20 seconds is enough.

6. Applied eyeliner to the top of tye eyes and to the bottom if need a dramatic look. For beginners, you can use pencil eyeliner but if you alredy familiar with eyeliner using, choose the liquid one, because it’s somehow give a different impression. Black or grey is best to look more natural. Apply it carefully. Beginners need more time, but it’s no need more than 30 seconds for this.

7. Put the mascara on the eyelash. One or two times depend on what you want. Mascara gives the fresh look immediately. Not only black, but blue color will make you look incredibly different. To make a slight make-up look, only put one times of this blue color. It only need 20 seconds for it.

Image8. Brush your eyebrow with eyebrow pencil, black or dark brown to look more natural. Start from the inside to the edge very carefully, because if you make a mistake, you will need more time to erase and apply it again. 20 to 30 seconds needed.

Image9. The last is about your lips. Applied a lipbalm if you have a dry lips. But if you want more practice, choose lipstick with moisturizer or specially made for dry lips. Don’t forget to apply a little lipgloss for a fresh and glam look. Natural and the same color as your lips would be great for slight make-up look. For a dramatical look, red color still acceptable for daily make-up. Only 15 seconds needed.

See? Need only five minutes make-up to look fresh to work and you are so ready to meet the clients!

The First Asian Model on Vogue Italy 2013 Cover

Cover Story always been interesting on a magazine. Especially if it’s the most famous style magazine in the world : Vogue. Mostly, the Vogue cover model has a white skin. Especially for Asian models is rarely came up on this magazine, because Asians got a different skin character. Asian women famously has an exotic skin and darker.

But on January edition of Vogue Italy, they choose Sun Fei Fei as the cover model. She looks amazing with a classic looks, to appreciate 1950’s Chinese beauty and fashion icon, China Machado.

Image

China Machado

Basic to Harper Bazaar’s, Machado, the Asian Model Breakdown, was born in Shanghai and move to South America, then work for Bazaar in 1959 when Richard Avedon, a photographer, saw her beautifully wore Balenciaga dress. She is the first non-white cover magazine in West.

Back to Sun Fei Fei, she is now at the 14th rank of 50 top models by models.comwhich nowadays more Chinese and Asian models on the list. Fei Fei on the Vogue Italy cover, had a cat-eyes with burgundy lips. She got a sleek bob hairstyle and wore gheometric black-and-white dress made her look classic and elegant. I can say that she had a similar look with Machado, by her lips and cheekbone. I believe that her lips also made to look like Machado.

Image

Sun Fei Fei on Vogue Italy January edition

Cover Story on the Vogue Italy January edition tagged, “Fusion Elegance”. The style means global, no limitations. With raised the exoticm of China Machado, a story of Elegance and Purity.

Fei Fei started her career at 17, she is now 23 and have been working for Louis Vuitton, Chanel, Calvin Klein, DKNY, Givenchy dan Valentino. She became a famous model because of her talent and her unique beauty. Fei Fei friends with Liu Wen, who called the game-changer (of the modelling rules these times), 5th position on the list. Other Asian models on the list are : Sui He on 13th, Xiao Wen Ju on 22th, Ming Xi on 33th, Tian Yi on 38th, Tao Okamoto on 47th, and Wang Xiao on 50th. See? There’s 8 Chinese models of 10 of the list. China must be proud 🙂

See Fei Fei run on the stage here

Five Steps Get The Lighter Skin Back After Sunburn

So, this is my new post about beauty and health; a new category I have made this June. Actually I am very enthusiastic about writing this thing. Beauty and Health will always be on my list. Actually it is because myself is a bit protective about my health, in every way. Though, about beauty, I don’t think it is a big deal about being precious. Because being precious doesn’t mean we need to covered with fully makeup. Then, beauty itself always relative with the healthiness.

But also, being healthy doesn’t mean we need to be strictly counting every calory of anything we eat. And about the beauty and healthy skin, it doesn’t mean we must have a flashy white skin like White People. For us, and me as Asian woman, there is too much publicity and commercial about beautiful and healthy skin. Almost every kind and brand, sell their product to persuade that beautiful skin is always in light color.

The opposite mind of westerner, they think that darker skin would be more sexy. That is why they do tanned their skin, by sunbathing. But believe it or not, sunbathing for Asian women, will caused a distress of getting the light skin back. However, it will annoy their vacation, because some of women worrying about their skin getting darker, even when they still on vacation. Oh come on, you will never enjoy your vacation by irritating yourself like that.

But anyway, I will let you know how to bring back ‘beauty and healthy’ skin after vacation and sunburn.

  1. Freshy Aloe Vera. Aloe Vera cooled the skin tissue. Although it will not help you to get a lighter skin, but it  would help for your sunburn skin. Get some of aloe vera into the refrigerator. After it fresh enough, cut it and apply the gel to your skin. There is many body lotion with aloe vera ingredients on the market. Though it is your choice to use the natural one or practical one.

  2. As Sweet as Honey. Honey honey… it never ending story honey… ha ha.. STOP. But true, honey has maaany utilities. Not only to keep the healthy body protection, but also it can be use to allay the skin inflamation after sunburn. Don’t let your red sunburn skin infected by the simulated honey. Take the pure honey without sugar or coloring addition. You don’t want your skin burned like the boiled crab, do you?
  3. Milky Yoghurt. ImageI love yoghurt. It’s savor just the same as milk. Also usefulness for the sunburn skin, milk and yoghurt has a healthy fat to get a silky skin. Soak cloth or small towel in liquid milk or yoghurt and put it in refrigerator. After cool enough, put it to your skin for about 15-20 minutes. Do apply every two hours if you had a bad sunburn, and repeat for several times.
  4. Vegetal your Skin. As the use of cucumber and tomatoe for the face mask, it is the same use for your body skin. Cooled in refrigerator, slice it very slight and put it to the sunburn skin. Another vegetable which have the same use is potatoe. Use blender to make a potato puree, put it to refrigerator for a half hour, and apply to the skin.

    Image

    Drink Water at Least 2 Litres a Day

  5. Protect The Skin. It is important to protect your skin from inside and outside. From inside, if need, take some vitamin such as vitamin C and E for the skin recovery. And from the outside, you must apply body lotion with lighter formula after you have shower, and always apply Sunblock Lotion everytime you will face the sunlight or the outdoor activity, adjust with the range time with the SPF needed. The last but not least, mineral water with maximum proportion for each day, at least 8 litres of water, will help you to get a gentle and moisture skin.

    Image

    choose the right sunblock for your outdoor activity