Reaching 100 Posts. Yeayy??

Today, I received a notification from Worpress that my blog has 100 posts. 

Wow, a hundred? 

What was I’m writing about within all these years? Does it necessary? Does it good? Does it just bragged out? 

Ha. Ha. Honestly, I don’t really care about what people think about my posts (*really??). I just want to fulfill my needs to devote what inside my mind. 

By the way, dalam satu jam terakhir ini (mumpung sibayi lagi tidur), saya mulai scrolling-scrolling blog sendiri, terus baca komen-komen, liat followers yang nggak seberapa (wkwk), liat postingan orang, visit blog lain di komentar postingan tersebut, baca beberapa blog yang seliweran yang jadi referensi untuk dibaca (*karena saling nge-link atau mem-follow. 

Biasanya, followers itu adalah orang yang tertarik dan/atau memiliki pandangan, pengalaman, dan gaya menulis yang mirip dengan yang mereka follow. Tapi, belum tentu punya plot yang sama-sama enak buat dibaca. Kadang ada yang bercerita hanya dari satu sisi dan satu bagian, ada yang memilih untuk meng-hide beberapa bagian dalam tulisan. Beragam. Ada yang ‘cuma mau keliatan sendiri’ misalnya semua foto isinya cuma si penulis, padahal dalam hampir semua postingannya, dia menceritakan keluarga, suaminya dll. Ada juga yang sama sekali gak mau keliatan di postingannya sendiri. Fotonya sendiri di-blur padahal postingan-postingannya ya nggak jauh dari tentang keluarga dan anak-anaknya (*yang juga kadang fotonya sengaja diambil dari atas atau samping).

Those are unusual yet funny, thou. Kadang saya juga mikir, postingan saya udah enak dibaca belum ya? Informatif nggak ya? Berguna nggak sih? Atau cuma dilihat sebagai tulisan-tulisan yang isinya di-lebay-lebay-in? Sorry I don’t think I need to brag, hidup saya terlalu biasa untuk dianggap atau terlihat “wah” atau luar biasa. 

There are some people out there who always think, 

“Yailah, apaan sih postingannya gak penting banget,” 

“Tulisannya doang kayaknya seru-seru, hidupnya belum tentu deh,”  atau

Kok bisa ya hidupnya kayak gitu?” (antara iri atau apaan sih ini?). 

pic from etsy.com

Intinya, pasti ada lah yang begitu. Terkadang idealisme-nya menulis jadi meng-underestimate tulisan orang lain yang bercerita dengan gaya yang berbeda. To be honest, kadang-kadang saya juga begitu sih, hehe.. #pengakuandosa
Kalo kata mama mertua (yang jauh lebih sholehah daripada saya), yang namanya manusia pasti adaaa aja, walaupun sedikiiit, dalam hatinya nyeletuk A B C D. Yakin deh. Seeee-sholeh/sholehah, haji, ustad or apapun itu, apalagi orang-orang biasa kayak kita (kita??) 

But then, I’m just hoping that my 100 posts doesn’t hurt nor insult anybody, dan beberapa waktu belakangan, saya menghapus page atau postingan yang udah nggak relevan dengan kehidupan saya sekarang. Ciyee ceritanya mau move on. 

From now on, I’m choosing to post more about positive and happy thoughts. More inspiring (at least for myself and people around me). I CHOOSE to look up the bright side of anything. 

How about you? 


But anyway, happy blogging 😊 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s